Kalkulator Interpolasi Linear
Hitung satu-satunya nilai yang dibiarkan kosong di antara bidang X1, Y1, X2, Y2, X3, dan Y3.
Kalkulator Interpolasi Linear
Anda memiliki dua titik data, tetapi tidak mengetahui nilai di antaranya. Misalnya, sebuah tabel mencantumkan suhu pada menit ke-10 dan menit ke-30, tetapi tidak mencantumkan suhu pada menit ke-20. Atau, dua titik pengukuran terlihat pada sebuah grafik dan Anda ingin memperkirakan nilai di antara keduanya.
Interpolasi linear digunakan tepat untuk keperluan ini. Anda menghubungkan dua titik dengan garis lurus, lalu melihat posisi nilai yang dicari pada garis tersebut. Logikanya sesederhana itu. Tentu ada rumusnya, tetapi tidak perlu dianggap rumit.
Kalkulator ini memiliki kolom X₁, Y₁, X₂, Y₂, X₃, dan Y₃. Anda membiarkan satu dari enam nilai tersebut kosong, lalu memasukkan lima nilai lainnya. Alat ini akan menghitung nilai yang dibiarkan kosong.
Penggunaan yang paling umum adalah sebagai berikut: dua titik diketahui, nilai X dari titik ketiga dimasukkan, lalu nilai Y-nya dicari.
Misalkan kita memiliki dua titik berikut:
\[
(2,4)
\]
\[
(8,16)
\]
Sekarang, berapa nilai Y ketika X bernilai 5? Bahkan dengan perkiraan kasar, hasilnya seharusnya berada di antara 4 dan 16. Kalkulator mengubah perkiraan tersebut menjadi nilai numerik.
Intinya Sebenarnya Hanya Kemiringan
Gagasan utama di balik interpolasi linear adalah kemiringan. Kemiringan antara dua titik menunjukkan seberapa besar Y berubah ketika X berubah.
\[
m=\frac{Y_2-Y_1}{X_2-X_1}
\]
Di sini, \(m\) adalah kemiringan garis. Artinya, nilai ini menunjukkan rata-rata perubahan Y ketika X bertambah satu satuan.
Jika nilai yang dicari adalah Y₃, rumusnya ditulis sebagai berikut:
\[
Y_3=Y_1+(X_3-X_1)\frac{Y_2-Y_1}{X_2-X_1}
\]
Mari kita baca rumus ini dengan bahasa yang lebih sederhana: Pertama, cari kemiringan antara kedua titik. Kemudian lihat seberapa jauh X₃ dari X₁. Kalikan jarak tersebut dengan kemiringan, lalu tambahkan hasilnya ke Y₁.
Hal ini menjadi jauh lebih jelas melalui contoh.
\[
(2,4)
\]
\[
(8,16)
\]
Pertama, hitung kemiringannya:
\[
m=\frac{16-4}{8-2}=\frac{12}{6}=2
\]
Artinya, setiap X bertambah 1, Y bertambah 2. Jika X₃ = 5, maka posisinya 3 satuan dari titik X₁ = 2.
\[
Y_3=4+(5-2)\cdot2
\]
\[
Y_3=4+6=10
\]
Hasilnya: Y₃ = 10.
Jika dibayangkan pada grafik, caranya bahkan lebih sederhana: tarik garis dengan penggaris antara (2,4) dan (8,16). Ketika mencapai posisi X = 5, garis tersebut melewati tingkat Y = 10.
Bagaimana Jika Nilai yang Hilang Adalah X?
Terkadang Anda mengetahui nilai Y, tetapi ingin mencari nilai X yang sesuai dengannya. Ini hanyalah penerapan logika yang sama dalam arah sebaliknya.
Mari gunakan kembali dua titik yang sama:
\[
(2,4)
\]
\[
(8,16)
\]
Kali ini, misalkan Y₃ = 10. Berapa nilai X₃?
Kemiringannya tetap 2. Nilai Y naik dari 4 menjadi 10:
\[
10-4=6
\]
Karena kemiringannya 2, kita perlu bergerak 3 satuan dalam arah X:
\[
\frac{6}{2}=3
\]
Nilai awal X adalah 2:
\[
X_3=2+3=5
\]
Hasilnya kembali X₃ = 5.
Inilah yang dilakukan oleh kalkulator. Kalkulator menyusun ulang rumus ke sisi yang sesuai untuk Anda. Anda hanya perlu membiarkan nilai yang ingin dicari tetap kosong.
Namun, jangan biarkan dua kolom kosong sekaligus. Jika demikian, informasi yang tersedia tidak cukup. Jika tidak ada kolom yang kosong, kalkulator juga tidak mengetahui nilai mana yang harus dicari. Satu kolom kosong dan lima kolom terisi adalah cara penggunaan yang paling jelas.
Perhatikan juga nilai nol. Jika nilai sebenarnya adalah 0, Anda harus menuliskan 0. Membiarkan kolom kosong berarti “hitung nilai ini”, sedangkan menuliskan 0 berarti “nilai ini memang nol”. Keduanya tidak sama.
Bagaimana Jika Nilai X Berada di Luar Rentang?
Di sinilah perbedaan antara interpolasi dan ekstrapolasi mulai berlaku.
Misalkan X₁ = 2 dan X₂ = 8. Jika Anda memilih X₃ = 5, nilai 5 berada di antara kedua nilai tersebut. Ini adalah interpolasi dalam arti yang sebenarnya.
Namun, jika Anda memilih X₃ = 10, nilainya berada di luar rentang. Rumus tetap menghasilkan nilai, tetapi kali ini yang dilakukan lebih menyerupai perkiraan di luar rentang yang diketahui. Dengan kata lain, Anda telah memasuki wilayah ekstrapolasi.
Mengapa hal ini penting? Perubahan di antara dua titik mungkin berlangsung secara linear, tetapi tidak ada jaminan bahwa pola yang sama akan terus berlanjut di luar rentang tersebut. Perbedaan ini menjadi sangat penting terutama pada data pengukuran, perkiraan harga, tabel suhu, atau hasil eksperimen.
Singkatnya: jika berada di dalam rentang, Anda dapat lebih yakin. Jika berada di luar rentang, pertimbangkan hasilnya dengan lebih hati-hati.
Contoh Sehari-hari: Perkiraan Suhu
Misalkan sebuah tabel pengukuran berisi dua nilai berikut:
Pada menit ke-10, suhu adalah 18 derajat.
Pada menit ke-30, suhu adalah 26 derajat.
Anda ingin memperkirakan suhu pada menit ke-20. Contoh ini sangat baik karena langsung menunjukkan cara kerja interpolasi.
Titik-titiknya dapat ditulis sebagai berikut:
\[
(10,18)
\]
\[
(30,26)
\]
Nilai X dari titik yang dicari adalah:
\[
X_3=20
\]
Pertama, hitung kemiringannya:
\[
m=\frac{26-18}{30-10}=\frac{8}{20}=0.4
\]
Artinya, suhu meningkat rata-rata 0,4 derajat setiap 1 menit.
Ada selang 10 menit dari menit ke-10 hingga menit ke-20:
\[
20-10=10
\]
Kenaikan yang diperkirakan selama periode ini adalah:
\[
10\cdot0.4=4
\]
Suhu awal adalah 18 derajat:
\[
Y_3=18+4=22
\]
Dengan demikian, perkiraan suhu pada menit ke-20 adalah 22 derajat.
Kata “perkiraan” digunakan secara khusus di sini. Hasil pengukuran sebenarnya dapat saja 22,1 atau 21,9. Kita hanya mengasumsikan bahwa kenaikan antara menit ke-10 dan menit ke-30 berlangsung seperti garis lurus.
Apakah Hasilnya Masuk Akal?
Setelah melakukan perhitungan, sebaiknya lakukan pemeriksaan singkat.
Jika X₃ berada di antara X₁ dan X₂ serta nilai Y meningkat, maka nilai Y₃ yang diperoleh juga harus berada di antara Y₁ dan Y₂. Dalam contoh suhu, nilai Y meningkat dari 18 menjadi 26. Karena menit ke-20 berada di dalam rentang tersebut, hasilnya seharusnya berada di antara 18 dan 26. Hasilnya adalah 22. Ini masuk akal.
Namun, jika hasilnya tiba-tiba 40, Anda perlu berhenti dan memeriksa kembali. Kolom X dan Y mungkin tertukar. X₃ mungkin berada di luar rentang. Atau salah satu angka mungkin dimasukkan dengan keliru. Pemeriksaan sederhana ini membantu menemukan kesalahan yang tidak perlu.
Di Mana Interpolasi Linear Digunakan?
Interpolasi linear paling sering digunakan untuk membaca nilai di antara entri-entri dalam tabel. Anda dapat menjumpainya dalam tabel teknik, hasil eksperimen, data suhu-tekanan, pembacaan grafik, dan perkiraan keuangan sederhana.
Bagi pelajar, topik ini juga merupakan contoh yang baik untuk memahami persamaan garis lurus dan konsep kemiringan. Daripada hanya menghafal rumus, bayangkan sebuah perubahan yang bergerak di antara dua titik.
Tentu saja, tidak semua data berperilaku linear. Beberapa besaran berubah mengikuti kurva. Dalam kondisi seperti itu, interpolasi linear hanya menjadi pendekatan kasar. Namun, jika rentangnya kecil dan perubahannya tidak terlalu tajam, metode ini memberikan perkiraan awal yang baik untuk banyak penggunaan praktis.
Beberapa Hal Kecil yang Perlu Diwaspadai
X₁ dan X₂ tidak boleh sama. Hal ini karena penyebut dalam perhitungan kemiringan adalah:
\[
X_2-X_1
\]
Jika selisih ini adalah 0, pembagian menjadi tidak terdefinisi. Artinya, Anda tidak dapat melakukan interpolasi linear standar dengan dua titik yang memiliki nilai X yang sama.
X₁ dan Y₁ harus berasal dari titik yang sama. X₂ dan Y₂ juga harus berasal dari titik lainnya. Jika nilainya dimasukkan secara silang, perhitungan tetap menghasilkan angka, tetapi angka tersebut akan berada pada garis yang salah.
Hasil desimal juga normal. Bahkan, pada sebagian besar data nyata, hasilnya memang berupa angka desimal. Kalkulator dapat membulatkan hasil hingga jumlah angka tertentu. Jika Anda melakukan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi, pembulatan ini juga perlu diperhitungkan.
Kesimpulannya: masukkan kedua titik dengan benar, biarkan hanya satu nilai yang dicari tetap kosong, lalu periksa apakah hasilnya terlihat masuk akal di dalam rentang. Pada dasarnya, itulah penggunaan praktis interpolasi linear.